Pada artikel sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang optimasi SEO on-Page. Dan kali ini saya akan membahasnya lagi secara merinci dan jelas, agar dari temen-temen tidak ada yang bingung lagi dengan On-Page SEO.

OK sedikit saya tekankan lagi apa itu yang dimaksud On-Page SEO? On-Page SEO adalah cara mengoptimalkan mesin pencari dari dalam website itu sendiri.

Tujuan dari On-Page SEO adalah untuk meningkatkan kualitas konten dari website itu sendiri. Hal ini agar mesin pencari dapat menemukan informasi yang relevan dari website kamu.

Kata kunci On-Page SEO adalah

Relevan dan Berkualitas

Manfaat dari Melakukan SEO On-Page adalah

  • Bermanfaat tinggi bagi pengunjung
  • Memudahkan pengunjung dalam melakukan eksplorasi
  • Pengunjung merasa betah di dalamnya
  • Mesin pencari mengerti struktur website anda

 

Untuk melakukan SEO On-Page kamu harus mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhi SEO itu sendiri. Dan memperhatikan setiap aspek agar nantinya konten yang disajikan akan lebih berkualitas dan bisa naik rangking di mesin pencari.

Menurut master SEO dari panduanim setidaknya ada 10 komponen di dalam website dan itu adalah,

  1. Konten
  2. Keyword
  3. Judul
  4. URL
  5. Meta description
  6. Media gambar
  7. Outbound link
  8. Internal link
  9. Social sharing
  10. Kecepatan website

OK setelah mengetahui ke sepuluh hal tersebut, mari kita ulas satu per satu.

1. Membangun Konten Yang Berkualitas

Website yang mampu menanjak dan naik rangkin tentunya mempunyai konten yang berkualitas. Mustahil sekali jika ada website dengan rank yang tinggi tapi tidak mempunyai konten yang berkualitas.

Ada beberapa kriteria yang harus kamu ketahui apakah website kamu sudah berkualitas atau belum.

  1. Memberikan manfaat bagi pengunjung
  2. Lebih menonjol dibandingkan konten lain yang sejenis
  3. Disimak dalam waktu panjang oleh pengunjung
  4. Membangkitkan perasaan (kagum, terhibur, bahagia, dll.)
  5. Dapat menyelesaikan permasalahan pengunjung

Jika kamu tidak memenuhi ke-5 kriteria tersebut maka dengan mudah Google akan melakukan penalti pada website kamu. Google secara terang-terang menentang artikel seperti,

  • Artikel yang tidak berbobot.
  • Artikel yang tidak bermanfaat.
  • Artikel jiplakan.
  • Berkualitas rendah sehingga membuat pembaca frustasi.

2. Keyword yang populer dan sesuai target

Ketika kamu membuat sebuah artikel apa target kamu? Tentunya pembaca yang loyal kan? Dan utuk mencapai target itu kamu harus menggunakan kata kunci yang populer dan sesuai dengan target.

Maksud dari kata kunci populer bukanlah kata kunci yang sedang menjadi viral, namun kata kunci yang memang banyak dicari orang. Sedangkan sesuai target adalah kata kunci yang kamu pakai sesuai dengan yang pembaca harapkan.

Kenali kriteria kata kunci populer dan mendatangkan banyak uang.

Kata kunci yang baik penempatannya harus strategis. Jika memungkinkan tempatkan kata kunci di dalam judul artikel, link artikel, paragraf pertama artikel dan Heading pertama artikel. Jika kamu menggunakan WordPress dan menggunakan plugin SEO, kamu secara otomatis akan dipandu untuk membuat konten yang friendly SEO.

Jika sudah menempatkan kata kunci yang strategis di setiap konten artikel, berarti sudah memenuhi syarat, dan artikel kamu akan mudah ditemukan.

3. Buatlah judul niche / menarik pengunjung

Menyertakan kata kunci dalam judul saja memang sudah cukup. Namun apakah hal itu akan mengundang banyak klik? Minat dari pengunjung sendiri lebih memilih memilih website yang mempunyai judul artikel unik dan mengundang klik.

 

Misalnya jika kamu mempunyai artikel tentang cara menghemat kuota internet. Jika kamu terlalu mengacu pada kata kunci judul tersebut sudah cukup, tapi apakah judul tersebut menarik? Tentu tidak. Ingat yang mengunjungi artikel kita adalah orang bukan robot. Jadi sebisa mungkin kita membuat judul yang menarik dan bisa mengundang banyak klik. Seperti Ini dia cara jitu menghemat kuota internet. Dan lebih menarik mana? Tentu saja judul yang kedua kan.

Jadi perhatikan juga untuk penulisan judul. Judul memang harus mengandung kata kunci namun jug harus menarik dan mengundang klik. Karena dari judul yang menarik saja sudah cukup untuk membuat orang penasaran.

4. URL yang singkat dan berbobot

Apakah url artikel kamu masih seperti ini?

caritahu.com/?p=56

Kalau masih seperti itu mulai sekarang silakan ganti. Perlu kamu ketahui jika link artikel juga mempunyai pengaruh yang cukup besar di mesin pencari. Biasanya mesin pencari akan mencari artikel yang relevan pertama kali menggunakan URL artikel.

Contoh URL yang relevan adalah sebagai berikut,

  • caritahu.com/harga-smartphone-terbaru
  • caritahu.com/product/surface-book

Usahakan membuat link yang sesuai dengan artikel dan kalau bisa juga mengandung keyword.

5. Meta Description yang lebih menarik

Meta description memang tidak berpengaruh besar terhadap SEO. Namun ternyata Meta description inilah yang turut ikut andil terhadap banyaknya klik dari pengunjung.

sketch

Karena Meta Description adalah yang menjadi cuplikan yang mewakili artikel kamu. Untuk itu buatlah meta description lebih menarik dan memperlihatkan isi dari artikel kamu.

Walaupun Google akan mengambil Meta Description secara otomatis dari artikel aslinya. Tapi alangkah baiknya untuk membuat custome Meta Description yang mampu menarik pengunjung.

6. Gambar dan Konten Multimedia yang menarik

Saya yakin sekali banyak sekali dari kamu yang sering menyertakan gambar dalam artikel yang dibuat. Apa sih tujuan dari penggunaan gambar tersebut?

  • Membuat pembaca agar tidak bosan
  • Membuat artikel lebih menarik
  • Memvisualisasikan keseluruhan artikel

Bayangkan saja jika ada artikel yang lebih dari 1000 kata namun tidak menyertakan visual apapun. Yang ada hanya tulisan-tulisan yang berdempet-dempet. Pasti baru beberapa menit pengunjung langsung kabur.

Untuk itu gunakan gambar untuk setiap artikel yang di poskan.

Namun juga jangan terlalu banyak gambar. Apalagi jika resolusinya penuh dengan size gambar yang sangat besar. Bukannya bermanfaat malah hal ini akan membuat browser pengunjung menjadi super lemot karena terlalu besar memuat gambar.

Untuk itu perhatikan beberapa hal berikut, agar gambar kamu ideal..

  • Berikan gambar yang sesuai dengan isi artikel kamu.
  • Buat resolusi yang pas jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar.
  • Kompress gambar agar sizenya tidak terlalu besar. Ukuran yang paling fleksibel adalah kurang dari 150 kb.
  • Selalu gunakan format JPEG agar gambar mempunyai kualitas bagus namun sizenya lebih sedikit.
  • Tambahkan atribut alt gambar, agar dapat dikenali.

7. Outbond Link dari website yang berkualitas

Outbond link adalah hal yang paling sering dan banyak dilakukan karena memang paling mudah.

Karena website kita katakanlah masih website baru dan masih membutuhkan kepercayaan. Oleh karena itu kita lebih baik menyertakan link dari website lain agar kita mendapat kepercayaan dari Google.

Jika link yang kita sertakan bersumber dari website yang sudah populer dan katakanlah sudah mempunyai ranking tinggi. Hal ini secara otomatis akan ikut menyeret website kita untuk naik.

8. Internal Link terkait setiap artikel

Beberapa blog selalu menyertakan link yang terhubung ke post lain disetiap artikelnya. Hal ini yang membuat artikel yang kita buat cukup bermanfaat. Karena tidak semua orang selalu paham dengan apa yang kamu tulis. Untuk itu selalu sertakan link yang menuju ke pos lain di setiap artikel.

onpage-a

Lebih baik menggunakan link yang memang berhubungan dengan artikel saat ini. Misalnya saja sebuah artikel yang membahas cara mengolah buah nangka dan didalam artikel tersebut tersemat link dari artikel manfaat buah nangka bagi kesehatan perut. Jika kamu menyertakan link yang saling berhungan ditiap artikel, pengunjungpun akan sedikit tertarik dengan artikel lain.

Hal ini juga akan mengurangi resiko Bounce rate yang tinggi. Bounce adalah keadaan dimana pengunjung yang datang kemudian langsung pergi karena tidak mendapat hal yang sesuai harapan.

9. Share to social media

Banyak dari kita termasuk saya sendiri yang memanfaatkan social media seperti facebook dan Google Plus sebagai media membagikan artikel.

Hal ini memang tidak berdampak secara langsung terhadap peringkat kita dengan Google. Namun hal ini akan berdampak cukup signifikan jika tepat dalam membagikannya.

Di Facebook dan Google Plus mempunyai fasilitas diskusi seperti Grup Facebook dan Komunitas Google Plus. Jika kamu melakukan share artikel yang memang sesuai dengan tema grup atau komunitas, maka kamu akan mendapat trafik secara instan.

Namun di satu sisi jika kita terlalu banyak share artikel namun tidak ada yang merespon link tersebut akan dianggap spam. Jadi bijaklah dan berhati-hati dalam menggunakan Social media. Targetkan terlebih dahulu bagaiman cara kamu membagikan artikel, apakah melalui post secara langsung atau melalui komentar?

Setelah beberapa waktu postinganmu dianggap bermanfaat maka akan adal beberapa orang yang akan mencari website kamu melalui Google dan hasilnya reputasi kamu akan meningkat.

Dan jangan lupa untuk menyertakan share button pada artikel kamu.

10. Tingkat Kecepatan Website

Saat kamu berkunjung ke salah satu website orang lain kemudian waktu respon yang ada begitu lambat lalu apa yang kamu rasakan? Dan begitulah perasaan pengunjung jika website kamu merespon begitu lambat.

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh pakar Blogger Billy Hoffman. Disana dijelaskan bahwa website yang selalu menempati posisi teratas adalah website yang mempunyai waktu respon server singkat.

ttob-dan-peringkat-website

Pengunjung tentunya lebih sering menginginka sesuatu yang cepat. Karena itu kecepatan server turut berpengaruh besar terhadap reputasi blog.

Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap lambatnya respon dari server website kamu,

  • Kualitas hosting, seperti bandwith, resource dan lain-lain.
  • Jumlah script dan stylesheet yang dipakai.
  • Ukuran konten dan banyaknya konten.

Ada sedikit tips yang bisa kamu pakai untuk meningkatkan kecepatan respon server kamu.

  • Kompres gambar dengan ukuran yang lebih kecil.
  • Simpan gambar dan media di hosting lain.
  • Gunakan plugin untuk meningkatkan performa WordPress, seperti WP Super Cache.
  • Upgrade packet plan hosting.

Untuk mengetahui seberapa cepat respon website kamu, bisa menggunakan sebuah tool di Google Webmaster tool untuk melakukan test performa website.

Advertisements