Tak sering dalam sebuah website terutama WordPress kita mengalami beberapa masalah. Penyebabnya entah itu karena kita salah melakukan tweak atau mungkin core WordPress yang tidak sengaja rusak. Hal ini tentunya bisa membuat kita pusing tujuh keliling.

Tapi mungkin jika rutin melakukan Backup situs mungkin akan sedikit lega, karena kita bisa merestorenya ketika ada masalah. Namun jika tidak ada data backup? Ya sudah tinggal Selamat jalan kasih. Hehe,, Tidak juga sih masih bisa diatasi jika memang permasalahannya tidak begitu sulit.

Atau memang jika kamu ingin berpindah kelain hati kelain hosting mungkin yang kamu butuhkan adalah melakukan backup data. Baik itu databasenya maupun untuk data storagenya.

OK baik, sekarang pada postingan ini, kita akan sedikit membahas tentang bagaimana sih melakukan backup wordpress? Ada beberapa cara yang mudah dilakukan untuk melakukan backup wordpress. Bisa menggunakan backup yang disediakan hosting, menggunakan plugin wordpress dan menggunakan client FTP.

 


Cara 1

Menggunakan Tool Backup dari cPanel

Pertama buka terlebih dahulu cPanel dari hosting kalian dan arahkan ke Backup Wizard.

backup

Setelah itu pilih backup dan klik tombol backup.

backup-a

Dibagian ini kamu bisa melakukan full backup dari semua file-file yang ada di space kamu beserta dengan database yang kamu punyai.

Atau kamu juga bisa melakukan backup perbagian, seperti backup Home directory, database atau email saja.

backup-b

Setelah itu maka akan tampil halaman untuk mendownload file backupan kamu.

Jika kamu berniat untuk pindah hosting lakukan full backup dan kemudian restore dari hosting yang baru.


Cara 2

Menggunakan WinSCP

Salah satu tool favorit dan yang paling dikenal adalah WinSCP. WinSCP bukan hanya menawarkan client FTP saja tetapi juga menawarkan fitur sync FTP. Fitur ini akan memungkinkan kamu agar drive di hosting dan komputer selalu sinkron.

Jika ada perubahan pada beberapa file maka akan otomatis file tersebut di sinkronkan ke hosting.

Untuk memakainya sendiri cukup mudah seperti memakai client FTP biasa. Ikuti langkah berikut untuk melakukan setup FTP terlebih dahulu. Perbedaannya hanya pada kotak dialog ini diganti dengan SCP.

scp

Cara ini lebih efektif dari pada melakukan upload/download secara manual dengan FTP. Karena drive komputer dan hosting terhubung, maka kamu tidak perlu risau lagi dan bisa fokus mengerjakan website kamu.

 

Baca Juga : Cara jitu memprotek Website agar tidak bisa diakses orang lain


Cara 3

Menggunakan Plugin UpdraftPlus

 

Mudah dan efisien dan aman adalah salah satu yang ditawarkan melalui UpdraftPlus. Kelebihan yang ditawarkan di Updraftplus adalah melakukan backup secara rutin sesuai waktu yang ditentukan. UpdraftPlus akan membackup WordPress kamu dan secara otomatis akan diupload ke penyimpanan cloud.

Saat ini Updraftplus mendukung cloud UpdraftPlus Vault, Google Drive, Onedrive, Dropbox, Amazon, Dreamstack dan lain-lain.

Pertama yang kamu butuhkan adalah mengistal plugin Updraftplus. Segera navigasikan ke Plugin > Add new dan cari UpdraftPlus. Setelah itu tekan install dan aktifkan.

updraftplus

Setelah berhasil segera navigasikan ke Pengaturan > UpdraftPlus Backup. Lanjutkan ke tab Pengaturan dan pilih layanan cloud mana yang akan kamu gunakan.

Setelah memilih layanan harap ikuti dahulu panduan yang ada dibawahnya. Setiap layanan cloud mempunyai tahapan yang berbeda-beda jadi baca dengan teliti.

updraftplus-a

Setelah selesai menghubungkan UpdraftPlus kamu segera navigasikan tab kamu ke Current Status dan silakan pilih Cadangkan sekarang.

updraftplus-b

Bila kamu menginginkan backup otomatis maka kamu perlu mengatur jadwal backup di tab pengaturan. Harap diperhatikan proses backup membutuhkan server untuk berjalan yang akan berimbas pada performa website. Jika hosting kalian pakai adalah hosting dengan kapasitas CPU kecil harap untuk tidak terlalu sering backup. Lebih baik atur seminggu sekali.

schedule

Itulah sekian cara-cara yang bisa kamu gunakan untuk melakukan backup terhadap situs wordpress kamu.

Advertisements