Membuat sebuah situs web entah itu dari build murni ataupun dari CMS kamu pasti selalu mengandalkan jasa file manager. Baik itu untuk mengupload file-file kamu ataupun untuk mengatur file.

Namun jika yang belum paham ataupun bahkan tidak bisa menggunakan file manager itu pasti sangat sulit dan seringkali dihindari. Oleh karena itu banyak sekali penyedia hosting (Hoster) yang menyediakan alternatif penginstalan aplikasi CMS ataupun pembuatan design web tanpa coding. Seperti Softaculous bahkan bagi para pemulapun bisa menggunakannya dengan lancar.

Namun bagi para proffesional keberadaan file manager untuk hosting adalalh sangat penting dan menjadi satu hal yang paling vital. Jika suatu saat ada troubleshooting dari websitenya ataupun dari CMS tentu yang kita butuhkan adalah file manager.

Dalam file manager sendiri mempunyai fungsi yang mirip seperti File Explorer ataupun FInder hanya saja tempatnya berada di cloud. Kita bisa melakukan upload, copy, paste, delete dan lain-lain. Dan banyak file manager saat ini yang sudah menyisipkan fitur compress dan extract.

Apa fungsinya? Biasanya compress digunakan untuk melakukan backup data sehingga kita tinggal download dalam satu file terarsip ZIP. Sedangkan untuk Extract sendiri banyak digunakan untuk mengekstrack file ZIP. Mengupload satu file ZIP akan mempersingkat waktu kita ketimbang mengupload banyak file bergantian.

Jika begitu fungsi file manager hampir mirip dengan FTP? Secara spesifik file manager berbeda, FTP hanya digunakan untuk transfer file ke hosting. Walaupun saat ini FTP client populer seperti Filezilla mempunyai fungsi untuk extarck dan kompress tapi tidak seefektif file manager. Karena FTP client seperti filezilla akan mendownload terlebih dahulu data dari hosting baru kemudian diupload lagi.

Apapun itu Fille manager bagi sebuah hosting adalah aplikasi yag cukup vital da penting. Karena keberadaannya dapat mempermudah pekerjaan kita.

Advertisements